Selasa, 11 September 2012

Keuangan Keluarga muda

Mau sedikit sharing nih soal pengelolaan keuangan pasangan yang baru menikah.
ada beberapa pasangan yang menganggap  membicarakan keuangan adalah topik yang tabu buat dibicarakan diawal-awal pernikahan, takut tersinggung lah, takut melanggar privasi masing lah, dan banyak lagi alasan lainnya.
mamah saya dulu pernah cerita masalah keuangan keluarga, beliau bilang masalah keuangan itu adalah masalah yang sangat sensitive, bisa bikin berantem. maka dari itu perlu keterbukaan antar pasangan soal bagaimana uang itu dikelola dan dipergunakan agar tidak ada kesalahpahaman.
naaah, nasihat mamah saya sebelum menikah sih katanya gini, ada baiknya suami maupun istri secara terbuka memberitahukan berapa penghasilannya, kemana uang dikeluarkan, dan termasuk juga soal zakat atau sedekah kepada kerabat masing-masing. karena ada beberapa pasangan yang diam-diam tanpa sepengetahuan istri atau suaminya memberikan uang kepada orang tua tau kerabat karena takut dilarang atau takut pasangannya tidak setuju, padahal kata mamah dalam pernikahan itu adalah keterbukaan dan kompromi.

Nah saya bercerita soal pengelolaan keuangan ini dari pengalaman saya sendiri dan dari beberapa buku keuangan yang saya pernah baca, salah satunya buku ligwina hananto, aidil akbar, ahmad gozali, daaaan banyak lagi.

Saya adalah istri yang beruntung, karena tanpa ada kesepakatan awal atau rundingan awal suami saya yang sebelum menikah pun sudah bersedia membicarakan soal keuangan secara terbuka. ayah bilang "bun, ni gaji ayah, ini bonus ayah, ini slip gajinya, ini uang tambahan dari dinas luar kota, tolong diatur ya bun bagusnya gimana, ayah ga mau ngatur keuangan, ribet. ayah mah nyari uang aja, yang ngelola bunda"

walaupun saya diberikan kepercayaan untuk mengelola keuangan tapi saya ngga semena-mena juga soal uang yang ada, setiap keputusan pasti saya rundingkan dengan suami, dan keinginan dan kebutuhan suamipun tidak saya batasi dan larang-larang selama dana itu ada, yang penting keterbukaan dan komprominya...misalnya suami pengen beli sepatu, dia tanya "bun, ayah pengen beli sepatu, harganya segini, uangnya ada ngga ya?" ya kalau uang nya ada pasti saya ijinkan.

Nah kekurangan suami saya adalah tidak bisa mengelola uang dan mengolah uang, kekurangan saya adalah tidak bisa "pegang" uang....iya gatel banget kayanya klo ada uang nganggur, pengen dispending hahahah....karena saya menyadari kekurangan saya itu, saya ga mau pegang uang banyak, jadi semua uang ayah yang pegang, buku tabungan ATM dll ada di ayah, di ATM pribadi saya hanya uang untuk kebutuhan rumah tangga dan bulanan saja. jadi kerja sama tuh, ayah yang pegang uang, bunda yang ngatrur kemana aja tu uang harus keluar. jadi ga ada yang namanya diem-diem, ngumpet-ngumpet soal gaji dan belanja, semua terbuka, jujur.

iya saya beruntung, karena ada beberapa pasangan yang mengelola keuangan secara masing-masing, ada yang uang suami diambil alih istri, sehingga suami harus ngumpet-ngumpet kalau ada uang tambahan, ada juga istri yang "dijatah" per bulannya, tanpa diajak berkompromi soal keuangan. ada juga yang istri ga tau berapa gaji suami yang sebenarnya, berapa bonus yang didapet. bahkan ada juga yang harus ngumpet-ngumpet ngasih ke orang tuanya karena dilarang sama suami atau istrinya. terlepas dari buruk atau tidaknya, itu keputusan masing-masing yang pasti punya alasan terbaik, karena kondisi rumah tangga tiap orang kan beda-beda.

nah enaknya keterbukaan adalah, dengan uang yang ada kita saling komunikasi soal mimpi masing-masing, soal perencanaan pendidkan anak,liburan, sedekah tentang apapun.

Nah ini adalah contoh tabel perencanaan keuangan yang sudah saa bikin sendiri, masih banyak kekurangannya, tapi lumayan lah buat pemula dan lumayan dibanding ga ada. buat temen-temen yang dah mahir banget soal perencanaannya minta tolong sharing juga buat saya yang masih newbie ini ya :*

Tabel keuangan secara keseluruhan


nah tabel di atas tuh contoh tabel keuangan secara keseluruhan, tabel sederhana yang pasti setiap orang bisa bikin, iya lah gw yang gaptek gini aja bisa bikin, masa yang hi tech ga bisa. tabel nya terdiri dari beberapa pos, pos pemasukan, pos pengeluaran, pos ibadah, pos investasi, pos hura-hura. lebih lengkapnya nanti saya bahas satu persatu. oh iya saya bikin warna warni biar gampang bedain & biar meriah aja hahahah...jadi lebih enak gitu ngitung uang yang kadang-kadang bikin jangar ;) saya pecah tabel nya jadi tabel 1, 2 dan 3 ya biar gambarnya jelas.


Tabel 1

tabel 1 ini berisi kolom bulan, pendapatan inti, penambahan dari sisa bulan kemarin dan kolom sedekah. 
hitungan per bulannya, gaji + tambahan lain (bonus) + lain-lain (kalau ada pendapatan lain contohnya dari sewa rumah) terus dikurangi sama biaya bulanan, nah hasilnya adalah Σ1 trus ditambah sama sisa di bulan kemarin (bisa dliat dikolom sisa akhir bulan sebelumnya di tabel 3) hasilnya adalah Σ2. oh iya biaya bulanan ngitung sendiri ya sebelumnya, biaya bulanan misalnya, biaya transportasi, biaya makan per hari, biaya listrik, air, dokter dll, dijumlah jamleh jadi dapet biaya per bulan yang harus dikeluarin

kolom berikutnya pengeluaran semua, pengeluaran pertama itu pengeluaran untuk ibadah, sedekah dan zakat.

Tabel 2

tabel pengeluaran berikutnya itu investasi di properti, ini sih sebenernya pengeluaran yang produktif ya (hutang produktif). terdiri dari kolom rumah, tanah, bedeng/kost2an, mobil bukan properti sih tp saya masukin sini karena dia termasuk asset riil. semua dimasukin ke pengeluaran bulanan karena punya "beban" cicilan per bulan ke bank. kalau cash sih ga perlu, sama kaya contoh diatas, ga ada pengeluaran bulanan untuk mobil karena belinya cash.

pengeluaran berikutnya proteksi, saya masukin kolom kk (kartu kredit) dan asuransi. kenapa saya masukin kk di pengeluaran untuk proteksi, karena saya pake kk cuma buat "jaga-jaga" bukan untuk belanja. bikin kk pun kalau ga perlu-perlu amat ga akan deh dibikin, kemaren bikin karena keharusan bayar tiket air asia pake kk. nah untuk kk ini buka berarti kita bebas belanja ya, karena hitungannya "utang". dipake sebagai alat pengganti pembayaran, gesek kalau memang udah ada uang yang siap untuk bayarnya, saya sama suami sih, kalau pake kk, langsung bayar tagihannya bulan tersebut lunas, jadi ga ada beban hutang konsumtif. 
nah untuk kolom asuransi ini, kalau untuk karyawan yang udah punya asuransi kesehatan atau jiwa, ya ga usah ikutan asuransi murni lagi karena udah dicover sama perusahaan. nah kebetulan tempat suami saya keja udah ada jaminan untuk kesehatan tapi jiwa belum, jadi kita ikutan lagi asuransi khusus asuransi jiwa. asuransi jiwa ini bagusnya hanya mengcover si pencari nafkah...soal asuransi ini panjaaaaang bgt kalau dijelasi detail, mangga baca buku-buku soal asuransi atau cari di google.

pengeluaran berikutnya itu adalah investasi (reksadana, bisnis, emas, deposito)
reksadana tuh banyak macemnya dan tergantung kebutuhannya, saya ikut reksadana saham untuk jangka panjang 15 tahun keatas (untuk masa pensiun dan dana pendidikan kuliah anak) reksadana campuran untuk jangka 10 tahun keatas (biaya pendidikan smp dan sma anak). kenapa saya pilih reksadana?khususnya reksadana syariah biar halal, karena reksadana bisa melawan inflasi, dan uang yang kita tabung ngga tergerus pertahunnya sama penurunan nilai uang. nah soal reksadana juga panjang banget jentrenginnya, mangga googling atau baca bukunya ligwina hananto. kenapa saya masukin sebagai pengeluaran per bulan, karena saya rutinkan investasi direksadana setiap bulannya, jadi nabung rutin dengan jumlah yang ga besar. reksadana bisa dibeli di bank-bank yang ditunjuk, kalau saya pilih mandiri sama commbank. daftarnya tinggal ktp, npwp, sama setoran minimal awal, klo ga salah ada yang dari harga 200 ribu. bayarnya juga bisa auto debet perbulan.
kolom berikunya bisnis maksud saya pengeluaran menginvestasikan modal untuk bisnis. misalnya temen punya bisnis, kita suntikin dana.
kolom berikutnya emas, ni dia investasi pertama saya bareng suami awal nikah dulu. kenapa dibayar per bulan, karena emang nyicil iya nyicil emas, dipegadaian...kenapa nyicil?karena kalau langsung beli berat juga, kisaran 10 gram, 25 gram kan lumayan juga kalau beli langsung. kalau nyicil ciciilan ringan, biaya minim, harga emas lebih sering naik tiap bulannya, tapi cicilan kita tetap tiap bulan.
kalau mengenai ciclan, kenapa saya lebih prefer cicilan untuk barang-barang investasi jangka panjang? karena barang-barang investasi itu tuh selalu naik, entah emas, tanah maupun rumah. harga selalu naik, cicilan hampir selalu sama tiap bulannya. lagian kalau beli cash berat banget, rumah harga ratusan, miliaran rupiah cash?ya mangga aja sih kalau yang mau mah hihihi. beda sama barang konsumtif kaya hp, hp nyicil?hemmm cicilan tetep sih tapi pas lunas trus hpnya dijual pasti harga jualnya lebih murah dibanding biaya yang dah kita keluarin.
nah selanjutnya kolom deposito...nabung dideposito itu untuk jangka waktu 5 taunan. kalau saya, deposito sama emas saya jadiin dana cadangan atau dana darurat, jadi pas kepepet atau tiba-tiba butuh uang bisa "cair" cepet. nah ini dia, selain berinvestasi di yang riil kaya rumah , tanah, dll kita juga harus invest di instrument yang gampang dijual. kalau kita kepepet butuh uang susah banget dan lama kalau nunggu jual rumah atau tanah, jadi kita harus punya uang cadangan disimpen di emas ataupun deposito. makannya investasi di rumah atau tanah tuh disebutnya investasi jangka panjang, dan emas deposito itu disebut investasi jangka pendek, mungkin dari likuiditasnya.

Tabel 3
tabel 3 ini pengeluaran hura-hura nih hihihihhi...belanja,liburan, sama naik haji. sebenernya haji sih bukan dana hura2 atau hiburan tapi saya masukin ke pos ini karena, udah terlanjur bikin dipos ini, ribet lagi di edit2 heheheh. nah, kalau naik haji ini saya taro di reksadana saham, karena untuk jangka panjang, rencananya saya berangkat haji dengan suami kalau anak-anak dah bisa mandiri ditinggal emak bapaknya (haji kan lama) ,at least 10 tahun lagi aaamiiin. beda lagi dengan tabungan umroh, kepengennya 5 tahunan lagi jadi cari instrument nabung yang lebih gampang cair.
kenapa belanja dan liburan di bikin tabungan per bulan. iya karena untuk liburan kita nabung dari awal, jadi pas pengen liburan dana dah tersedia, dan liburan kemananya ngeliat dari tabungan yang ada, ngga ngutang. misalnya liburan ke LN 1 tahun 1 kali, liburan diindonesia 2 kali 1 tahun, kita dah ada dananya tanpa harus ngandelin kartu kredit. itu sih teorinya, tapi kebanyakan duit hura-hura ini lebih banyak kepake buat tiket pulang pergi rantauan-bandung hahahahah....
kolom belanja juga gitu, kalau mau belanja gadget, belanja baju, mainan neisha dll, dana udah tersedia karna ditabung dari awal.

pengeluaran berikutnya lain-lain, itu pengeluaran tak terduga lainnya yang mungkin blom ada dikolom yang tersedia.
terakhir kolom total ditotal tuh dari pengeluaran ibadah, pegeluaran properti, pengeluaran investasi, dan pengeluaran hibuaran.

nah endingnya kolom SISA, ini nih yang sebisa mungkin jangan sampe minus. cara ngitunya Σ2 (liat di tabel 1) dikurangi sama kolom total...ini tuh sisa uang per bulan yang bakalan jadi tambahan di bulan berikutnya.

kenapa sih harus bikin perencanaan keuangan sendiri?spending aja, ribet! iya sih dipikir-pikir ribet bikin perencanaan keuangan, tapi lebih ribet lagi kalau kita ga punya proyeksi keuangan kedepan, ngeraba-raba soal keuangan kedepan, malah jadi ga tenang. selain itu ini bentuk tanggung jawab saya sebagai istri dan rasa hormat saya kepada suami yang udah susah payah cari uang. kasian juga kalau kerja kerasnya selama ini hanya dibeliin barang-barang konsumtif, belanja ga jelas, saya pengen uang yang dihasilkannya "dihargai", bisa berguna dan dan dinikmati oleh suami untuk sekarang dan masa depan. kalau kata ayah "ayah pengen kaya, biar bisa mengkayakan orang lain" dengan kata lain ingin punya uang banyak, biar bisa bantu orang banyak, dan saya disini membatu dia untuk mewujudkannya, insyaallah.

ini perencanaan keuangan keluarga ya, kalau keuangan usaha harus dipisah....ada yg bilang "uang suami milik bersama, uang istri milik istri" wakakakaka... tapi gitu sih menurut islam, kalau uang istri dipake buat kebutuhan keluarga, si istri sedang bersedekah, beda lagi kalau suami, uang yang dipake untuk kebutuhan keluarga memang kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.
ayah juga pernah bilang sih "bun, pokonya semua kebutuhan keluarga dari uang hasil ayah kerja, udah kewajiban ayah, uang hasil usaha ditabung aja" gitu katanya. pernah juga bilang "bun uang ada berapa?pokonya uang prioritas untuk kebutuhan neisha dulu, terus bunda, baru ayah, ayah mah sisanya aja ngga masalah" iyaaaa beruntung banget gw! untung gw ngga boros dan matre deh, kalau boros mana ada kepikiran nabung, dikasih kebebasan gitu, belanja terus kali.
oh iya, dengan adanya tabel perencanaan keuangan, kita bisa dengan gampang tau proyeksi keuangan kedepannya, bahkan beberapa tahun ke depan, tau kapan bisa liburan, tau kapan dana ini itu terpenuhi, punya gambaran bukan cuma nerka-nerka, jadi kita lebih tenang buat spending uang.
apapun kerjaannya, berapapun pendapatanya, bisa ko pake tabel itu, karna tiap kolom itu persentase dari pendapatan masing-masing, jadi menyesuaikan. kalau saya pribadi sih sih cicilan ga lebih dari 30% pendapatan, investasi 30% pendapatan, konsumsi & hura-hura 40% pendapatan

gitu aja deh sharingnya teman-teman, ini tuh perencanaan kekuangan sederhana buatan saya sendiri, buat temen-temen dan para suhu keuangan, jangan segan-segan buat mengkoreksi dan berbagi ilmunya sama saya ya, kalau bisa gratis eheheheh 

11 komentar:

  1. Subhanallah...menarik sekali tabel keuangan keluarganya...

    Boleh saya dikirimi Soft filenya ke ganisejahtera@gmail.com?

    Terimakasih banyak sebelumnya

    Gathut

    BalasHapus
  2. sist saya boleh soft copynya ga ya...
    soalnya menarik banget tabelnya...
    bisa send ke juwita.mill@gmail.com
    thanks sebelumnya udah membantu...

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus
  4. Salam kenal Mbak :)
    Makasih udah bagi informasinya
    Btw bole minta softcopynya ngga mbak?
    Kebetulan saya baru menikah dan pengen bikin planning yg bagus seperti punya mbak.
    Makasih sebelumnya ^^

    BalasHapus
  5. Salam kenal Mbak ...

    Luar biasa sekali sharingnya seputar keuangan keluarga.
    Saya sangat berharap bisa belajar dan mendapatkan softcopynya.
    Kalo boleh saya minta dikirimkan ke email saya ; stefen.nugroho@gmail.com

    Terimakasih ya Mbak

    BalasHapus
  6. Salam kenal Mbak :)
    Makasih udah bagi informasinya
    Btw bole minta softcopynya ngga mbak? f3ppy@yahoo.com
    Kebetulan saya baru menikah dan pengen bikin planning yg bagus seperti punya mbak.
    Makasih sebelumnya ;)

    BalasHapus
  7. wah luar bisa sekali informasinya...
    setidaknya dapat membantu untuk menabung..
    apa bisa di kirimkan soft copy ato tutoriannya.. ke nees_dmx02366@yahoo.com

    terima kasih banyak...

    BalasHapus
  8. apa saya juga bisa minta soft copy nya ke nadia.kosim@yahoo.com

    terima kasih banyak sharingnya sangat meng-inspirsasi..

    BalasHapus
  9. Terimakasih sharingnya..

    Sangat membantu kami..

    apabila diijinkan, apakah boleh saya dibagi excel soft copinya..

    ilhamyorinda@gmail.com

    BalasHapus
  10. Hem, lumayan sepertinya cukup ideal untuk jangka panjang
    tapi jika boleh saya minta tolong kirimkan soft copy'a ke email bobbythandon@gmail.com

    BalasHapus
  11. luar biasa informasinya,
    sangat membantu terutama untuk yang baru menikah seperti saya,
    bolehkah saya minta tolong kirim soft copy nya ke email saya
    yaniulfah@gmail.com
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus