Jumat, 07 September 2012

menikah ngga perlu "cocok"

Suatu sore lagi duduk-duduk nonton infotaiment di TV bareng Alm. mamah. Waktu itu gosipnya tentang perceraian artis. si istrinya ditanya soal kenapa mereka bercerai, dia jawab, "kami sudah tidak menemukan kecocokan dalam pernikahan ini". Mamah langsung nyeletuk "lah, emang nikah harus cocok?"

Beliau bilang, menikah itu ngga perlu cocok, dalam pernikahan pasti ada perbedaan, percekcoakn, pernikahan itu adalah penyesuaian seumur hidup. Menurut mamah, yang menyebabkan perceraian itu justru bukan ketidakcocokannya tapiiii karena pasangan tersebut sudah tidak mau "berkompromi" dan "saling" menghargai ketidakcocokan mereka. Menikah itu tidak perlu cocok, tidak perlu dengan latar belakang yang sama, atau selalu mempunyai pemikiran yang sama, yaaa selama semua dicover dengan toleransi dan saling menghargai maka pernikahan itu akan bertahan. setidaknya itulah yang saya lihat dari kehidupan perkawinan mamah dan papa saya, mereka sangat bertolak belakang, sifat, latar belakang keluarganya.
My Lovly MAMAH

Mamah saya bernama Dedeh Masridah, Sunda banget kan namanya? yap, beliau asli gadis sunda yang dilahirkan dan dibesarkan digarut. Beliau sulung dari 15 Bersaudara, asli ga salah nulis 15 BERSAUDARA Duaaaarrrr hahaha banyak banget ya?! Keluarganya cukup terpandang didesa, kakeknya (buyut saya) adalah pengusaha perkebunan teh terbesar di garut pada saat itu. Masa kecil ibu saya sangat menyenangkan, beliau selalu becerita masa kecilnya dengan antusias. Setiap harinya beliau dan adik-adiknya sering bermain dihalam rumahnya yang cukup luas lengakap dengan kolam ikan ukuran besar. Selain itu ibu saya pun punya hobby berkuda dan berternak ulat sutra, tapi walaupun kehidupannya berlimpah, kondisi mempunyai 15 anak tentu bukan perkara mudah dalam mengelola keuangan, tetap saj masa-masa sulit itu pernah datang. Banyak biaya yang perlu dikeluarkan untuk makan, sekolah, dll.

Kakek saya sangat gagah (ayah dari mamah), dari kecil beliau disekolahkan disekolah elit tempat anak-anak belanda disekolahkan. Disekolah itu hanya anak-anak bangsa belanda dan warga pribumi konglomerat yang diperbolehkan bersekolah disana, tidak aneh beliau bertingkahlaku layaknya orang bule, sarapan roti, penempatan meja makan pun tidak boleh sembarangan, piring, gelas, sendok dan garpu ditata sedemikian rupa layaknya direstauran mahal. koleksinya mobil dan motor-motor besar. Hobinya berburu. Keluarga mamahku lah yang pertama kali punya TV dikampungnya(dulu masih TV hitam putih)
 My Lovly PAPA

Nah berbeda lagi dengan papa saya. Papa saya bernama Moh. Ishak Turmudhi, beliau anak sulung dari 7 orang bersaudara. Keluarganya sangat sederhana tapi bersahaja. Ayah dah ibu dari papa saya (kakek dan nenek saya) bekerja sebagai mantri atau petugas kesehatan. karena papa saya anak sulung, maka beliaulah yang ditugaskan oleh ayahnya untuk mengatur dan mengurus segala keperluan keluarga. Kakek saya adalah orang yang sangat tegas dan keras dalam mendidik, mungkin karena itu papa saya terbentuk menjadi orang yang sangat disiplin.

Mungkin karena perbedaan latar belakang keluarganya lah yang membuat kedua sifat orang tua saya pun sangat jauuuuuh berbeda...
Papa saya adalah orang yang sangat hemat, disiplin, terorganisir, sangat aktif, rajin, pengalah, mandiri, kurang percaya diri dan tidak suka perubahan. Nah mamah saya lebih boros, pemarah, tidah sabaran, kurang terorganisir, percaya diri, konseptor, mengikuti perubahan zaman. Papa dan mamah saya bertemu saat mereka sama-sama kuliah di UNPAD. Papa saya adalah kakak kelasnya mamah saya. Setelah beberapa tahun pacaran akhirnya mereka menikah.
Mamah pernah cerita, latar belakang dan sifat mereka memang berbeda, karenanya sering sekali dalam perjalanan pernikahan mereka itu terjadi perbedaan pendapat, perdebatan bahkan percekcokan ringan, dengan kata lain mereka banyak mengalami ketidakcocokan dalam pernikahan mereka, tetapi dengan SALING menghargai, SALING kompromi dan SALING mengerti, mereka dapat mempertahankan keutuhan pernikahan yang penuh dengan ketidakcocokan dan perbedaan itu sampai salah satu dari mereka (alm. Mamah) meninggalkan dunia. The True Love Story :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar