Jumat, 07 September 2012

Pejuang ASI

Pejuang ASI? Awal-awal ngga ngerti kenapa disebut pejuang, setelah ngalamin sendiri baru ngeh, iya karna ASI itu harus diperjuangkan daaan perjuangannya itu ga mudah. Semasa hamil saya anggap menyusui itu mudah, iya mudah! tinggal tempel beres kan? hahahah ternyata susaaaah pemirsa, ada cara pelekatan nya lah, ada posisi laktasinya lah, ada cara memerah la, pokoknya banyak. Karena Awal-awal nyusuin salah pelekatan dan posisi nyusuinnya alhasil nangis kejer berhari-hari, karna sakiiiit dan perihnya itu loh, sampai demam, berdarah-darah, pecah-pecah (hemmm ngilu sendiri inget-ingetnya)

Setelah proses awal-awal menyusui ASI Ekslusive selama 6 bulan yang penuh perjuangan berhasil, dateng lagi nih tantangan baru. Perjuangan untuk mempertahankan konsistensi untuk tetep nyusuin sampai 2 tahun. Tantangannya lebih berat ya ternyata, dimulai dari info kanan kiri yang bilang ASI ngga cukup bagus lah, dibilang ga mampu beli susu formula lah, sampai dipaksa untuk pake susu formula karna anak saya kurus. Serbuan nya dateng dari lingkungan luar dan dari dalam. Untung lah si Ayah ASI selalu mendukung saya untuk menyusui neisha sampai 2 Tahun.

Tantangan ini lumayan menguras air mata, emosi jiwa deh pokoknya. Apalagi komentar-komentar soal kekurangan ASI ini datang dari orang-orang yang belum punya anak, bahkan belum menikah WAKWAW! harusnya ngga didengerin sih, cuek bebek aja, soalnya kita kan punya alasan dan ilmu yang cukup untuk tetap mempertahankan ASI untuk anak kita. Apalagi masalah postur tubuh anak saya yang mungil,walaupun berat badannya masih normal untuk seusianya tapi dia tidak gemuk atau gembrot seperti anak-anak yang diberi sufor, serasa di-bully deh, hihihi...

Berat memang tapi ibu kan pasti punya insting kan ya, saya yakin ko anak saya sehat, lah emang aktif-aktif aja ko, perkembangannya juga bagus banget, cuma memang berat badannya aja yang kecil. sempet kedokter untuk konsultasi soal berat badan yang rendah tapi dokter bilang sehat-sehat aja , malah ni dokter balik tanya, "ini ibu bapaknya waktu kecil gimana? gemuk atau kurus? ya kalau ibu bapaknya kurus, masa mau anaknya gendut? anak asi tuh ikut ke gen orang tuanya"... Setelah saya tanya orang tua dan liat foto-foto saya dan suami saya ketika bayi dan balita, ternyata benar, postur tubuh kami juga kecil mungil hihihi...Yap, ini membuat saya sedikit tenang dan menganggap nada sumir dari kanan kiri itu sebagai angin lalu.
Alhamdulillah Quaneisha Safaraz Goenandar ber-ulang tahun pada tanggal 28 Agustus 2012 kemarin, dan lulus S3 ASI yipiiiiii....tapiiii perjuangan lain sedang menanti hihihi, setelah perjuangan masa menyusui, MPASI, hingga perjuangan lulus ASI sampai 2 tahun, sekarang saatnya perjuangan untuk Menyapih tadaaaaaaaaa... sebelum proses weaning ini saya sering browsing mengenai cara-cara weaning with love salah satunya => http://mommiesdaily.com/2012/03/29/ketika-tiba-saatnya-menyapih/

Alhamdulillah saya termasuk beruntung dibandingkan ibu-ibu kebanyakan, karena proses menyapih saya tergolong smooooth bgt... awal-awal meyapih, saya ajak ngobrol sama anak saya neisha, saya bilang "de, hari ini miminya kalau mau tidur malem aja ya, siang ga usah mimi, kan ade udah gede", ajaibnya dia nurut, tanpa paksaan, tanpa rengekan.
2 hari berikutnya saya ajak bicara lagi, "eh neisha hebat loh, udah ulang tahun yang ke 2, udah besar, udah berani bobo sendiri belum? kalau belum bunda temenin dulu ya, tapi ga usah mimi" dia nurut loh, yang biasanya ga bisa tidur malem tanpa mimi, hari itu dan selanjutnya dia tidur sendiri tanpa harus disuruh ataupun mimi susu, Alhamdulillah :)

hemmm...tapi ternyata proses weaning itu tidak terlalu berjalan lancar untuk saya pribadi, karena sediiih banget ternyata, berat untuk berhenti menyusui, rasa kangen menyusui, rasa ingin terus bonding dengan anak lewat menyusui,aaaah proses yang indah :')
Terimakasih Neisha sayang untuk pengalaman yang luar biasa, petualangan yang luar biasa. neisha menjadikan bunda seorang wanita yang bisa dibanggakan dan bisa menjadi pejuang untuk memberikan yang terbaik untuk neisha.

ah jadi melow gini hihihi... iya karena kebanyakan dari ibu-ibu baru khususnya saya, kadang sering mengeluh atas proses yang harus dihadapi, entah itu saat melahirkan, menyusui, saat harus mengesampingkan keEGOan kita demi proses tumbuh kembang anak. merasa kehilangan waktu untuk shopping,senang-senang bahkan merasa direnggut kebebasannya sebagai seorang wanita bebas, atau mengeluh kekurangan "me time" yang memang sangat susah didapat saat harus mengurus anak tanpa bantuan baby-sitter, tapi semua perjuangan itu ga ada yang sia-sia, WORTH IT, banget! saya tidak menyesal kehilangan waktu-waktu "keegoaan" saya itu demi melihat tumbuh kembangnya..."me time" bisa kapan saja, tapi terlalu berharga untuk kehilangan setiap proses dalam kehidupannya,priceless :') 

Insyaallah saya jalani semua demi anak yang sangat saya sayangi, karena waktu itu tidak akan terulang kembali. Alangkah menyesalnya saya jika masa-masa perkembangannya saya lewatkan. sekarang masa menyusuinya selesai saja sudah membuat saya sedih (babyblues lagi kah?hahaha) apalagi kalau pada saat itu saya menyia-nyikan kesempatan untuk menyusui selama 2 tahun
Parenting? the never ending story and im proud to take a part of this great story

2 komentar:

  1. amazing banget pagi2 baca kisah pejuang asi. im still struggling with it... baby lagi umur 4 bulan dan tetap berjuang tanpa lelah krn kebetulan baby ku punya alergi, jadi perjuangan semakin terasa krn musti diet berbagai macam makanan demi anak tersayang selalu sehat dan terhindar dari penyakit2 yg disebabkan krn alergi....

    BalasHapus