Minggu, 28 Oktober 2012

BerHijab, pilihan atau kewajiban?

Bagi teman sepermainan, sepermainan yang jahiliah tentunya :p, keputusan seorang hana untuk mengenakan jilbab tentunya sedikit mengagetkan.
pake jilbab ini emang ga mungkin rasanya saya lakuin, ga ada niatan sama sekali. kapan saya punya niat berjilbab? ga tau dan ga kepikiran pada saat itu. 
memakai jilbab itu memang harus datang dari keinginan sendiri,
suatu hari, saya menggunakan kerudung pada saat acara halal bihalal kantor, saya kirim foto saya menggunakan jilbab pada tunangan saya yang sekarang menjadi suami saya, ayah bilang "subhanallah, calon istri aku cantik banget, udah pinter, baik, sholeh, pake kerudung lagi, lengkap" katanya, denger komentarnya saya lumayan kaget, karena pacar-pacar saya terdahulu kayanya ga ada yang pernah setuju kalau saya berkerudung, malah ada yang terang-terangan melarang "jangan pernah dikerudung ya! nanti kamu kaya ibu-ibu" -__- 

mendengar reaksi dari tunangan saya, saya jawab "oh, bagus ya dikerudung? emang kamu maunya hana pake kerudung ya?" billy jawab "bagus sayang, cantik, ya mau lah, suami mana yang ga mau istri nya dikerudung?" "oooh, gimana dong?berarti kamu pengen hana dikerudung ya?kapan?sekarang hana belum siap" kata saya, lalu dijawab "ga apa-apa sayang, aku ga maksa ko, ga dikerudung juga ga apa, tapi kalau ditanya maunya gimana, ya aku pengennya kamu dikerudung, tapiiii sesiapnya sayang aja"

dari sana mulai kepikiran tuh buat dikerudung, ya tapi belom siap...
banyak pertimbangan kenapa ko saya belom siap, antara lain...
  • merasa masih belum cukup "baik" untuk berkerudung
  • sholat 5 waktunya masih sering terbengkalai
  • merasa hina dan terlalu banyak dosa
  • kalau berkerudung merasa terbatas dalam pergaulan dan pekerjaan
  • kalau berkerudung merasa jauh lebih tua
  • kalau dikerudung merasa "cupu" dan ga bisa ekspolasi dalam hal fashion
  • banyak yang dikerudung tapi kelakuannya lebih buruk dari yang ga dikerudung
  • dan kekhawatiran-kekhawatiran tolol lainnya
waktu dikantor udah ada temen yang dikerudung namanya sofilahwati weleh weleh heheheh hai sofi sayang :*, ada juga yang baru pake kerudung namanya mba dini sama mba sari. dari merekalah yang juga baru memakai kerudung, saya banyak mendapatkan pencerahan.
"ga usah takut, karena amal-amalan kita masih jelek, sholat kita masih sering bolong, berkerudung aja dulu, nanti sambil berjalan sedikit-sedikit ibadahnya disempurnakan" katanya.
satu lagi, saya yakin, niat saya untuk berkerudung itu bukan datang tiba-tiba, tapi karena kehendak Allah, rasa sayang Allah. niat itu datang karena saya si keras kepala ini, dilembutkan hatinya, dibukakan pikirannya dan ditolong Allah melalui orang-orang baik seperti calon suami, mamah, teteh, keluarga, teman-teman yang secara aneh saya mau "mendengarkan" mereka, merendahkan hati saya, membuka telinga saya dengan pemikiran-pemikiran baru. coba kalau saya ga ditolong Allah dengan dilembutkan hatinya, diridhoi tobatnya, ayat quran, atau nasihat-nasihat orang lain itu bakalan ga saya denger.

dari sana juga (secara aneh dan pasrah) yang biasanya saya ga mau baca buku-buku islam, ga mau dateng ke pengajian, ga mau malam muhasabah, saya secara sukarela datang kesana tanpa paksaan. Allah sayang saya, Allah mengijinkan saya tobat :')
setelah menikah, saya tanya lagi suami "ayah, bunda pengen pake kerudung" "Alhamdulilaaaaaaah" katanya "tapi, ayah ga malu kalau bunda dikerudung?bunda bakalan terlihat lebih tua, bahkan ga modis, ayah ga malu bawa bunda kemana-mana? kan biasanya cowo bangga kalau bawa cewenya pake baju sexy biar dipamerin kemana-mana, dibangga-banggain ketemen-temennya" kata saya, trus ayah jawab "lah ko malu bun? ya engga lah, malah bangga, sexynya bunda mah cukup ayah aja yang tau, ayah yang liat, rugi amat dibagi-bagi sama orang lain, lagian berkerudung itu bukan akhir dari dunia sayang, berkerudung itu bukan berarti bunda ga bisa gaya, ga bisa cantik, terbatas dalam aktifitas. yang bedain cuma pakaian aja ko, menutup aurat, khusus buat ayah, dari sana ibadahnya juga dikit demi sedikit pasti ikut jadi lebih baik"

dari sana lah saya bernazar "ya Allah, setelah saya melahirkan, selamat sehat bayi dan ibunya, saya mau mulai berkerudung, lillahi ta'ala"

‘Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [Qs. an-Nûr : 31].

kadang banyak yang salah kaprah, termasuk saya, berkerudung itu bukan pilihan dan menunggu kesiapan, berkerudung (menutup aurat) itu wajib! W A J IB titik ga ada koma. Masalah kesempurnaan ibadah dan prilaku, itu urusan kita sama Allah. berkerudung karena kita ingin taat, bukan menyatakan kita bebas dari dosa atau menyatakan kita lebih baik dari orang lain. berkerudung karena kita ingin taat, berkerudung karena begitulah perintahNya :)

berkerudung pun berproses. kalau bisa saya ibaratkan, awal berkerudung itu seperti awal daftar masuk sekolah dasar, kita belum punya ilmu apa-apa, tapi tiap hari belajar, dan ada tahap-tahapannya, siapa yang jadi gurunya? yang jadi gurunya Allah langsung melalui Al-Quran dan orang-orang baik disekitar kita. asaaaaal kita mau belajar :)
Awal pake kerudung, saya kaya anak balita yang masih "diajarin" ini itu yang boleh dan engga. pertamanya dikerudung pas mau pergi aja, kalau cuma ke teras depan rumah, ogah pake kerudung ribet, kadang orang yang lewat, tukang bubur, tukang batagor liat saya ga pake kerudung -__-" ternyata eh ternyata yang boleh liat kita ga pake kerudung pun ada aturannya. bahkan kalau kita dikerudung terus posting foto terbaru di fb atau di dp bbm tanpa dikerudung, bukannya itu sama aja kita memperlihatkan aurat ya? saya juga masih suka posting foto tanpa kerudung sih di dp bbm, tapi itu foto lama bukan foto setelah pakai kerudung (dan mungkin itu juga ga boleh)

QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
tahapan berkerudung jg ada ilmu-ilmu dan ajaran-ajarannya, ada ajaran yang aneh ada yang memang syar'i, ya saya ikuti yang memang ajaran islam aja, tanpa embel-embel yang lain tanpa golongan macem- macem, ajaran di Al-quran dan Rasulullah.
berproses, terus belajar, dengan memulai ketaatan pada Allah melalui menutup aurat. layaknya pertama masuk sekolah, belajar dikerudung dulu, lalu belajar berkerudung menutupi dada, lalu memakai kaos kaki, dll...
dari satu ujian ke ujian lain, dari satu kelas ke kenaikkan kelas yang lain.
saya juga masih berproses, menyempurnakan ibadah yang masih semerawut, sholat wajib yang masih bolong-bolong, sholat dan puasa sunnah yang masih harus "digusur-gusur", Bismillah...

dulu saya melihat, yang pake kerudung layaknya jubah, baju gombrang-gombrang, kerudung panjang menutupi dada ko kayanya aneh ya, kaya ajaran sesat atau terlalu ekstrim gitu (sorry, yes im stupid) tapiiiii sekarang saya tersadar, mungkin mereka sudah ditahap yang jauuuuuh dari saya, mereka berproses lebih lama dari saya, dengan ilmu-ilmu keagaman yang lebih banyak dan mendalam. mungkin saya masih ditahap pengenalan di sd kelas satu, mereka sudah ditahap smp kelas 2 hihi :D dan memang berkerudung yang benar itu bukan hanya menutup kepala dan menutup aurat dengan baju, tapiiii membalut tubuh agar lekukan tubuh tidak terlihat. duh ga berani ngomong banyak-banyak deh soal ini, pengetahuan saya belum nyampe situ, saya masih berproses, masih belajar, sampai saat ini aja saya masih susah buat pake kerudung panjang menutupi dada atau tidak memakai celana dan baju ketat. berproses, ya saya sedang berproses :)

#WearHijab oleh ust. Felix siauw :)
  1. ada yang khawatir #WearHijab lalu berbuat dosa, padahal itu belum pasti | yang sudah pasti, buka aurat dan dosa malah tiada khawatir
  2. ada yang khawatir #WearHijab lalu akan diolok karena taubat, karena merasa sebelumnya dia berdosa berat | bukannya harusnya bangga?
  3. ada yang khawatir mengotori islam bila #WearHijab dan masih bejad  | padahal ia mengotori kehormatan diri dan islam saat buka aurat
  4. ada yang beralasan banyak yang #WearHijab tetap maksiat | padahal disaat itu dia lakukan 2 maksiat, buka aurat dan menggunjing saudara
  5. ada yang menunda #WearHijab sampai dia siap | padahal semua yang kenakan hijab sadar bahwa alasan itu salah, siap itu setelah kenakan
  6. yang lebih lucu ada yang menolak #WearHijab karena tetangga bilang dia aneh mengenakannya | sudah tau tetangga bukan yang punya surga
  7. dikatakan aneh saat #WearHijab itu biasa, Rasul saat memegang kebenaran Islam dikatakan aneh dan gila | bangga kan jadi orang aneh? :)
  8. dibilang orang #WearHijab hanya untuk menutupi perut yang hamil, dikatain munafik | kalem aja, amarah tak membakar kecuali yang punya
  9. #WearHijab dan tunjukkan pada dunia, seiring berjalannya waktu | siapa yang tertawa paling akhir, siapa yang berpegang pada jalan benar
  10. dibilang ekstrimis, fundamentalis, dan kata sadis lain karena #WearHijab? | kalem we, anggap aja pujian karena menetapi jalan Allah
  11. ingat saja, setiap olokan karena #WearHijab pasti datang orang yang sirik bin jahil | yang nggak mau berhijab lalu cari-cari kesalahan
  12. bukan karena manusia #WearHijab kan? karena Allah semata kan? | lalu kenapa celaan manusia bisa masuk ke hati?
  13. saat ada yang mengolok-olok karena #WearHijab ingat baik-baik | bila kita turuti, kita berpaling dari jalan kebenaran, syaitan menang
  14. tiada perlu izin manusia untuk taati Allah dalam hal wajib | karena Allah tak perlu izin siapapun untuk memerintah #WearHijab
  15. apalagi hanya masalah kerjaan lantas give-up #WearHijab? | alamak, bumi Allah luas sayang! saatnya bikin kerja bukan dikerjain terus!
  16. berapa sih bos-mu bayar? bisa buat beli surga gaji-mu? | bos yang membimbing jalan masuk neraka, jangan diikuti, find another job!
  17. mungkin engkau bisa beralasan belum siap #WearHijab | hanya ingin mengingatkan, bahwa malaikat atid selalu siap dengan penanya
  18. hormati dirimu sendiri dengan #WearHijab | dan persilahkan orang lain menghormatimu dan prinsip hidupmu, Islam-mu :)
  19. sebagaimana berlian berharga karena sedikit jumlahnya | maka akhwat #WearHijab juga dihargai surga karena sedikit jumlahnya
  20. cantik terbatas pada fisik, hilang begitu nyawa meregang | #WearHijab kekalkan daya tarik, sampai mati pun ketaatan akan terkenang
  21. Khadija, Aisya, Shafiyya berlalu dan dunia takkan kedatangan lagi seperti mereka | namun engkau bisa menyamai mereka dalam #WearHijab
  22. para wanita-wanita sekeliling Nabi, tidak pernah ragu untuk #WearHijab | karena keraguan mereka dihapus harapan, surga namanya!
  23. tidak dimasuki surga Allah kecuali orang-orang yang menyucikan diri dari dosa maksiat | salah satunya yg penting adalah #WearHijab
  24. bila surga sudah siap menanti Mukminah taat yang siap korbankan nikmat duniawi sekarang | maukah engkau #WearHijab sekarang?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar