Sabtu, 20 Oktober 2012

Hei Passion, There You Are

Passion? hmmm passion saya?
menyukai hal-hal berbau angka dan perhitungan bukan hal yang baru saja saya pelajari. kecintaan saya pada dunia finace sudah ada semenjak SMA kelas 2, saya sangat menyukai pelajaran ekonomi, apalagi yang ada itung-itungannya kaya akuntansi. kelas 3, keahlian saya terhadap mata pelajaran ekonomi seperti akuntasi, ekonometri dll semakin mencolok, nilai-nilai saya hampir selalu sempurna.
atas dasar itu pula saya meyakinkan diri untuk kuliah dengan mengambil jurusan akuntansi dan yap, pilihan kuliah di jurusan akuntansi ini adalah pilihan yang tepat, ternyata dunia inilah yang saya cintai dan kuasai.
Setelah lulus, bekerja dibeberapa perusahaan dan akhirnya menikah. passion saya terhadap dunia kerja lama-lama menghilang, menghilang karena tuntutan peran seorang "pengabdi" sebagai seorang istri dan seorang ibu. Mungkin kalau saya masih stay dibandung, saya masih terpikirkan untuk bekerja, masih berambisi berkarir, mencari pekerjaan dan posisi terbaik, tapi saya ikut mendampingi suami berpindah-pindah kota dan pulau, agaknya memang sulit untuk tetap bekerja. saya pun enggan untuk berjauhan dengan suami "hanya" untuk suatu alasan mempertahankan ambisi berkarir, hemmm ada prioritas, dan prioritas saya adalah keluarga. atleast prioritas untuk selalu bersama suami.

Walau tidak bekerja kantoran, saya ga mau "hanya" menghabiskan waktu percuma, dari pagi sampe ketemu pagi lagi tanpa melakukan apapun yang produktif. Bukan berarti menjadi ibu rumah tangga itu ga ada kerjaan ya, edaaaan kalau ada yang bilang ibu rumah tangga tuh santai bahahahah mun ceuk urang sunda mah pakepuk! ah susah deh kalau jelasin jobdesk jadi stay home mommy tanpa asisten rumah tangga, rasain aja sendiri deh, ga ada kata LIBUR! 24 hours for duty...

Saya ingin Produktif, bukan berkarir tapi berkarya.
Suami ga pernah melarang saya bekerja, ga pernah juga nyuruh saya kerja. ayah bilang "bunda lakuin aja yang bunda suka, ayah dukung, bunda mau apa?usaha?les?kuliah lagi?berorganisasi sok aja, bunda pasti bosen kalau ga berkegiatan lain"
iyes, suami saya tau banget karakter saya, ga bisa diem, bosenan, ga suka rutinitas. dan sekarang "terjebak" disituasi yang flat...dia mendukung apapun yang mau saya lakukan "asal bunda nyaman dan bahagia" katanya

dari situ saya coba mengembangkan diri, mengembangkan diri dalam arti yang sebenarnya ya, bukan "mengembang". kalau mengembang alias lebih gendut sih kayanya dah berhasil deh hahahah...
beberapa kali saya mengikuti seminar mengenai usaha, mengenai pengembangan diri.
Suatu saat saya mendengar seorang usahawan bicara "passion! passion kamu apa?coba mulai dari sana". saat itu saya cuma menganggap passion itu ya apa yang sedang saya suka atau apa yang sedang saya lakukan.

trial and error
akhirnya saya berpikir "hemmm pekerjaan apa ya, yang ga terlalu menyita waktu, bisa bekerja dari rumah, dan menghasilkan" ahaa!buka usaha, dimodalin suami hihihi :D walaupun modalnya ga saya balikin (ini jeleknya, jadi ga tanggungjawab).

hemmm saya mau protes nih sama beberapa motivator bisnis yang bilang "berwirausaha itu kita bebas finacial, bebas menentukan waktu, kita ini bos bukan pegawai, setiap hari itu libur, kita ga hidup hanya dari sekedar gaji" pokonya kata-katanya angin surga banget deh,
tetapiiiiiii kenyataan yang saya liat, diawal-awal buka usaha ko ga gini ya bunyinya "berwirausaha itu bebas financial (bebas nentuin lu mau punya untung berapa, kalau laris ya banyak duit, kalau ga laku ya gigit jari), bebas menentukan waktu (bebas nentuin waktu sih iya, tapi justru GA ADA waktu leha-leha, otak muter 24jam, dan tenaga yang tersita untuk usaha lebih besar), kita bos bukan pegawai (iya kita bos, bukan pegawai tapi kita juga lah yang menentukan ini usaha tetep berjalan atau engga, bos sekaligus PENANGGUNG JAWAB runningnya usaha, dan jangan lupa nyari pegawai bagus pun susyaaah), setiap hari libur (ya iya lah libur, kan ga terpatok jam kerja, tapi emang iya libur? diem dirumah?liburan?kayanya engga deh, justru sibuk sama kegiatan berwirausaha yang jam kerjanya lebih dari orang kantoran),  kita ga hidup hanya dari sekedar gaji (iya banget! Tapi kita lah yang muter otak buat bayar gaji pegawai, kadang keuntungan abis untuk bayar pegawai, bos nya ya kadang cuma dapet capenya"

ga ada yang salah dari kata-kata motivator itu tapiiiiii, jangan cuma ngomong yang enak-enaknya aja, kayanya ga semudah itu deh bangun usaha dari nol, butuh perjuangan dan effort yang besar, ada beberapa orang yang cuma ngeliat enaknya jadi pengusaha trus terjun jadi pengusaha sepenuhnya dan keluar dari pekerjaan tetapnya, pas nemu masalah, mentok, bangkrut, nyerah deh...padahal kan usaha tuh ada ruginya, ada sepinya, ada macem-macem permasalahannya. gagal ya bangkit, gagal ya bangun lagi, gagal lagi ya gitu aja terus, never give up...contohnya aja tuh, bob sadino, chairul tanjung, mereka sekarang kaya raya, emang bebas financial, bebas mau liburan kapan aja, bebas mau bersedekah sebanyak berapapun, mengidupi banyak pegawainya, tapi emang ga ngerangkak dari bawah? ga pernah rugi?

nah ga mau banyak-banyak ngomongin soal dunia usaha yang saya juga belom terlalu kuasai dan pahami, kita balik ke passion deh...
setelah nyoba usaha macem-macem yang sering saya sebut "ayang-anyangan" karena ga saya tekuni dan seriusin disitu, finally...setelah menaiki gunung, melewati lembah *NinjaHatori dong heheheh...saya menemukan apa kata passion...

penemuannya pun ga mudah, saya konsultasi dulu sama motivator handal yang paling mengerti saya, suami..."ayah ga masalah, bunda mau kerja atau engga, bunda mau usaha atau engga, asal bunda bahagia, seneng ngejalaninnya, tapi ayah mau ngingetin bunda, kalau bunda tuh wanita luar biasa, wanita yang penuh percaya diri, pinter, cerdas, segala macem bisa, masih inget kan dulu prestasi bunda apa aja? relasi bunda siapa aja? diem dirumah ga masalah, asal bunda tetap mengembangkan potensi diri bunda yang luar biasa, jangan ilang. ayah ga mau, ayah bakalan sedih kalau gara-gara nikah sama ayah, bunda kehilangan passion bunda, ga harus gitu sayang, bunda tetep berperan sebagai ibu sebangai istri tapi bunda juga lakuin diluar itu yang mengasah kemampuan bunda, ga usah bekerja, tapi berkarya" *blushing* sebegitu hebatnyakah diriku dimatanya heheheh

pencarian passion ini pun dimulai... ada yang bilang "lakukan pekerjaan atau kegiatan yang kamu sukai dan walaupun kamu tidak dibayar, tidak mendapatkan keuntungan, kehilangan banyak waktu, kamu masih dengan ikhlas mau mengerjakannya, itulah PASSION"

tidak dibayar atau tidak untung...hemmmm...selama ini saya usaha tuh untuk mengisi waktu sebenarnya, bukan hanya untuk mencari keuntungan, makannya saya kurang serius, hanya cari kesibukan lain...
tapi dengan definisi passion yang saya dengar tersebut bahwa "IKHLAS", walau ga untung, walau ga tidur, walau ga dibayar, semacam ngelakuin yang kita suka, hobby kita, ya kan?

Saya mulai lagi pencarian saya, apa sih yang saya sukai?apa sih yang saya lakuin TANPA BEBAN? heiiiii, i finally found you hei passion :* *berpelukaaaaaan* hahahah

yap, passion saya, ketika ngebales banyak email, bbm, soal curhatan ibu-ibu yang baru melahirkan dan menyusui, saya sebagai pejuang ASI mau membantu para ibu-ibu yang juga sedang berjuang untuk memberikan asi untuk anak-anaknya. walaupun saya banyak belajar dari buku, dll tapi tanpa ilmu yang mumpuni tentu kurang afdol, akhirnya saya bergabung menjadi anggota di AIMI-ASI dan ikut "les" mengenai ilmu menyusui ini, insyaallah berproses ingin menjadi konselor ASI. ini dilakuin karena saya sudah punya anak, tau susahnya jadi pejuang ASI, mau membantu sesama pejuang ASI yang lain. dapet ilmu, sharing ilmu, membantu orang lain tanpa dibayar saya bahagia.

menulis...saya bukan penulis, tapi senang menulis, lebih tepatnya senang berbagi cerita dan pengalaman, dengan senang hati saya berlama-lama didepan laptop untuk menulis panjang lebar. waktu belom mulai nulis diblog, saya udah mulai nulis di note FB, nah saat nulis diFB ini sempet dapet tawaran untuk nulis sebagai penulis,2 kali tawaran ditawarin bikin buku dan nulis kisah sendiri disebuah majalah wanita, tapiii karena dulu saya bukan tipe orang yang seneng bekerja dibawah deadline dan peraturan penulisan ini itu, kesempatan itu saya lewatkan cuma-cuma *tolol tolol tolol* *Jedot2inKepala* kesempatan besar yang mungkin ga akan dateng lagi. tapi ga apa-apa insyaallah ada jalan lain. yang penting, mau jadi penulis profesional kek, mau engga, saya tetep seneng nulis. oh iya, dulu ada sebuah project buku dan saya masukin hasil tulisan saya, akhirnya saya menjadi salah satu yang terpilih *yippi*.btw nulis pun ada ilmunya ternyata, dan ada tempat buat belajarnya, kalau ada dibandung, saya pengen deh ikut, sayang adanya di Jakarta

Saya senang berorganisasi, senang menambah teman baru, kebetulan ada komunitas positif yang insyaallah membawa banyak kebaikan untuk saya secara pribadi, lagi daftar jadi pengurus hijabers comm bandung nih hihihi, doain yak...

Ketika saya sampai malam membantu teman yang meminta bantuan saya untuk mebuat perencanaan keuangan pribadi, maupun perencanaan keuangan usaha...saya bisa begadang ngerjainnya, tanpa dibayar, saya seneeeeeng banget buatnya, bisa ngelakuin apapun sesuai keahlian saya untuk bantu orang lain. basic saya akuntansi, ketertarikan terbesar saya pada hal-hal berbau keuangan, dulu sempet mikir pengen jadi dosen, kuliah lagi S2, diijinin dan didukung banget sama suami untuk kuliah lagi, trus nyambi jadi dosen dikota tempat saya akan tinggal bareng suami. jadi dosen, profesi yang lebih fleksibel kayanya kalau untuk pindah-pindah tempat tinggal. udah cari-cari universitasnya, biayanya, siap untuk tes masuk, pas buka buku akuntansi yang segede kitab-kitab perdukunan dan ngebayangin tugas-tugas kuliah s2 plus presentasi dan bikin tesis, saya yang mudah menyerah sebelum berperang ini, mundur perlahan hahahha. tapi heeeeei, banyak jalan menuju garut hehehe roma maksudnya, saya mau berprofesi sebagai independent financial planner, profesional! yang punya sertifikasi internasional, udah tau pendidikan apa yang ditempuh, udah tau kemana, udah tau biayanya, dan saya ga mau mundur lagi...im in process bebeb, atleast ikut yang kelas basic-nya dulu deh, ikut yang kelas sertifikasinya ntar dulu liat nyali hihihi...

Never stop learning, itu sih intinya yang saya pengen lakuin...dan ga cuma sekedar ikut-ikutan profesi atau usaha orang lain.
my passion...berorganisasi,menulis, konselor ASI, professional independent financial planner...wirausaha lain dan usaha-usaha yang lain tentu tidak dikesampingkan, selain untuk nyari uang dan berinvestasi tapi dalam bidang ini lah yang tanpa dibayar pun saya mau melakukannya dengan IKHLAS, tapi mayar saeutik mah teu nanaon atulah nyak? hihihi doain ya, mudah-mudahan lancar, dukung saya ketik hana spasi duit kirim ke rekening saya hihihi :*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar