Senin, 09 Februari 2015

Pecah Bisul

Pecah bisul! akhirnya nge blog lagiiii...


Hei ho, udah setaun ini blog ga dibuka2, malesnyaaaaa ga ketulungan, padahal banyak bgt cerita yg pengen di share...

Cerita yg mana dulu ya? 
Oh iya, si hana dah pindah medan nih, nyaris 9 bulan lamanya...

Sebelumnya kami sepakat untuk long distance sementara waktu karena keadaan dan beberapa hal yaitu karena suami penempatan di aceh sedangkan saya sedang hamil dan yg paling penting adalah saya merasa "wajib" mendampingi papa yang skrng hidup sendiri tanpa pendamping selepas kepergian alm mamah.

Setelah saya melahirkan, Alhamdulillah ayah dipindahkan ke kantor di medan. awalnya tidak ada hal berbeda, tidak terpikirkan juga untuk ikut pindah ke medan. seperti biasa dua minggu kadang satu bulan sekali ayah pulang ke bandung. rutinitas ini masih terasa biasa pada awal2 zura (anak ke dua kami) lahir. setiap pulang, ayahnya lah yg mengurus neisha & zura seharian, dari bangun sampai mau tidur. 
Bulan ke 4, perbedaan itu terasa, zura tidak mau digendong lagi ayahnya! Jangan kan digendong, hanya berdekatan saja zura menangis. Duh, sedih liatnya :( 
Karna jarang bertemu, si bayi ini terasa asing berada didekat ayahnya sekalipun.
Saat zura berusia 5 bulan, keadaan makin memburuk, zura seperti takut berdekatan dengan ayahnya. Sediiiih :(

saat ini lah suami bilang "bun, ikut ke medan yuk?! Ayah pengen barengan sama bunda n anak2, tapi ayah jg bingung papa siapa yg nemenin ya?" Katanya

Kami sudah LDR nyaris 1 tahun setengah dan terus terang itu adalah tahun2 tersulit. Sudah semenjak menikah kami berkomitmen untuk selalu bersama, dimanapun ayah ditempatkan. Maka saat harus berbeda atap, terasa sekali "penderitaan"nya.

Mendengar ayah yg nampaknya sudah muak dengan LDR, saya berpikir dan mencoba mencari solusi. akhirnya saya coba sampaikan pada papa mengenai wacana kepindahan kami ke medan. Dan reaksinya cukup mengejutkan.
"Na, justru bagus hana ikut sama billy ke medan, papa setuju. nikah jauhan mah ga enak pasti, apalagi ada anak2,  kangen atuh pasti, karunya (kasian) billy ga ada yg dampingin, kasian jg anak2 ga ada sosok bapaknya. Jangan kepikiran papa, papa mah Insyaallah bisa semuanya sendiri, sehat, justru papa sedih klo ternyata alasan hana jauhan sama billy karna mau ngurus papa. Tenang papa mah mandiri, kan di Bandung juga ada teteh yg bisa nengokin papa"

Andaikan papa mau ikut diboyong ke Medan, pasti ga sesulit ini ceritanya. Papa kekeuh ga mau kemana2, "mau di cimahi, mau di rumah ini aja, mau meninggalnya di sini aja" katanya, duh :(

Setelah sepakat untuk pindah ke Medan, saya dan suami mulai mencari2 rumah di medan, sekolah untuk neisha, jasa angkut barang, packing dll. Selain itu, memikirkan  jg siapa yg mengurus papa di rumah, bagaimana makannya dll.

Time to move...
Tapi ga semudah itu jg ahahaha
Mari memulai packing *Lapkeringet*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar